Mayoritas masyarakat indonesia adalah masyarakat yang masih menggunakan mitos sebagai kontrol sosial. Hamil adalah keajaiban karena adanya kehidupan didalam perut seorang wanita. Keajaiban ini oleh sebagian orang merupakan moment yang sakral sehingga berbagai cara dilakukan untuk menghormati moment ini. Dalam rangka menjaga moment ini maka mitos adalah metode paling efektif dalam menjaganya.
Berikut ini adalah beberapa mitos seputar kehamilan yang perlu mendapat perhatian dan juga pengetahuan lebih. Mitos telah dilanggengkan mulai dari awal kehamilan sampai proses kelahiran.
1. Menyembunyikan usia kehamilan
Pada sebagaian masyarakat kehamilan adalah moment yang membahagiakan namun moment ini tidak bisa langsung begitu saja disebarluaskan. Mitos yang berkembang adalah tabu ketika seorang wanita mengabarkan kehamilannya sebelum usia 3 bulan. Konsekuensi yang dapat diperoleh adalah hilangnya janin dalam kandungan secara tiba-tiba.
Secara logika ini tidak mungkin terjadi, ketika telah dinyatakan hamil maka janin akan terus berkembang. Kecuali terdapat kelainan, misalnya bayi tidak dapat berkembang secara sempurnya. Hal ini dikarenakan janin tidak dapat menyerap nutrisi dari sang ibu.
Pada dasarnya hal ini hanyalah kontrol bagi anda agar lebih berhati-hati. Tri semester pertama yaitu tiga bulan pertama adalah masa pembentukan jaringan tubuh sehingga janin butuh nutisi ektra. Jika nutrisi ini tidak terpenuhi maka akan pertumbuhan janin akan terhambat. Sehingga sang ibu harus fokus dalam perkembangan janin dari pada terlalu sibuk mengabarkan kehamilan.
2. Acara tiga bulanan
Acara tiga bulanan atau telon-telon. Waktu ini adalah waktu yang tepat untuk mengabarkan berita kehamilan kepada orang lain. Cara yang dilakukan adalah dengan memasak pada tengah malam kemudian memberikan kepada tetangga sebelum matahari terbit. Semakin pagi semakin baik. Masakan yang dimasak adalah nasi kuning lengkap dengan lauk pauknya berupa perkedel, telur, abon, kering tempe dan kacang tanah.
Wadah yang digunakan adalah takir. Daun pisang yang dibentuk mangkok kemudian dikasih sabuk dari daun kelapa muda atau disebut dengan janur. Untuk mengaitkan janur,digunakan jarum jahit untuk mengikatnya. Mitos hal ini dipercaya dapat menjaga keselamatan janin dari jin jahat.
Logika dari kontrol sosial ini adalah semangat berbagi dan memberikan pendidikan dini kepada anak untuk berbagi. Waktu pagi yang dipilih dapat diartikan bahwa menjadi ibu hamil harus tetap gesit bangun pagi agar tetap fit.
3. Tujuh bulanan
Tujuh bulanan atau (tingkepan) adalah puncak perayaan kehamilan. Dalam acara adat ini dilakukan berbagai kegiatan mulai dari masak-masak untuk keluarga dan undangan, mandi kembang tengah malam bersama pasangan dengan mengunakan baju khusus yaitu rangkaian bunga melati bagi sang ibu hamil. Untuk pasangannya hanya mengenakan sarung untuk menutupi tubuh bagian bawah. Mandi ini dilakukan pada tengah malam di halaman rumah dan dimandikan oleh orang yang telah dipercaya. Setelah mandi maka langkah selanjutnya adalah berlari menuju rumah. Hal ini dipercaya proses kelahiran akan berlangsung cepat, secepat sang ibu berlari setelah mandi. Namun kadang yang membahayakan adalah dengan kondisi perut yang seperti itu dan ibu harus berlari. Bagaimana jika jatuh? Akan sangat berbahaya bukan? Setelah itu ganti baju menggunakan kebaya dengan memakai make up an juga bando dari melati.
Setelah berganti baju adalah makan rujak buah yang harus terdisi dari tujuh buah yang berbeda dan juga dodol ketan dengan tujuh rupa juga. Tujuh buah dan dodol yang berbeda ini menunjukkan usia kehamilan yang mencapai tujuh bulan
4. Larangan menyimpan makanan di kantong baju
Mitos berikutnya adalah larangan menyimpan makanan di kantong. Hal ini dipercaya akan memperbesar kelamin anak pada saat lahir nanti. Hem sangat aneh bukan?
5. Membunuh hewan
Tingkah laku ibu hamil memang sangat dibatasi demi menjaga kesehatan ibu dan anak tetap baik. Mebunuh hewan bagi pasangan yang tengah hamil dipercaya akan memberikan dampak buruk pada anak. Hal ini dipercaya bisa membuat anak lahir dengan cacat akibat roh hewan yang tekah dibunuh tidak terima. Pada dasarnya membunuh hewan memang dilarang, namun alasannya adalah sesama makhluk hidup maka harus saling menyayangi.
Itulah seputar mitser seputar kehamilan yang perlu menjadi perhatian. Pada dasarnya didiklah anak sedini mungkin, anak yang baik akan lahir dari ibu yang baik juga. Selamat menikmati masa kehamilan yang membahagiakan, sehat selalu.

No comments